Johan Molenaar
1 Maret 2026
Selamat datang bagi semua yang tertarik pada dunia belajar dan mengajar. Website ini adalah sebuah kursus E-learning untuk para guru yang ingin menjadi lebih unggul dalam pekerjaannya.
Kursus E-learning gratis ini bertujuan memberikan informasi kepada anda, khususnya para kepala sekolah dan guru, tentang pengetahuan serta keterampilan dasar yang membentuk anda menjadi pendidik unggul.
Kami berharap program E-learning ini dapat menjangkau banyak pihak yang berminat. Melalui email, anda juga dapat mengajukan pertanyaan, memberikan saran, atau menyampaikan komentar. Dengan cara ini anda dapat terhubung dengan kami dan bersama-sama menjadikan program ini lebih bermanfaat.
Program ini disusun untuk para guru dan khususnya kepala sekolah pada jenjang TK, SD, dan SMP. Namun beberapa bagian juga dapat digunakan untuk SMA.
Selama bertahun-tahun, pendidikan di sekolah dipandang sebagai proses transfer pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada siswa untuk mempersiapkan mereka memasuki budaya tempat mereka tumbuh. Guru melihat diri mereka sebagai penjaga budaya tersebut. Siswa hanya perlu mendengarkan, menyerap pengetahuan itu, dan mengulanginya kembali saat diminta.
Di sekolah-sekolah seperti ini, isi pelajaran menjadi pusat dari semua kegiatan. Semakin baik siswa dapat mengulanginya, semakin mereka dianggap sebagai siswa yang unggul. Akibatnya, siswa fokus pada menghafal isi pelajaran sebaik mungkin. Mengingat materi untuk mendapatkan nilai bagus menjadi sangat penting.
Pemahaman menjadi kurang diperhatikan, dan akibatnya banyak materi dilupakan setelah ujian. Tidak banyak perhatian diberikan pada pemahaman mendalam dan pengintegrasian materi.
Kini semakin banyak guru yang menyadari bahwa metode tersebut tidak lagi memenuhi tuntutan masyarakat global saat ini. Materi pelajaran berubah sangat cepat. Setiap saat muncul perkembangan baru. Dengan hadirnya AI, siapa pun dapat mengakses perkembangan terbaru tersebut.
Proses belajar harus menjadi pusat kegiatan sekolah. Siswa sendirilah yang belajar; guru hanya dapat menyediakan materi dan menciptakan kondisi yang baik agar siswa tertantang untuk belajar.
Guru juga harus terus mengembangkan dirinya. Sejatinya guru adalah seorang profesional sejati yang memiliki banyak pengetahuan dan menguasai berbagai keterampilan.
Tugas kedua guru adalah mendidik siswa menjadi warga negara Indonesia yang baik. Hal ini menuntut energi besar serta pengetahuan tentang bagaimana menumbuhkan perilaku yang baik dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi dalam konstitusi.
Isi E-learning ini adalah titik awal yang dapat membantu anda. Ini bukan titik akhir. Guru pun harus terus belajar dan berkembang.
Guru adalah fasilitator dengan peran sangat penting, khususnya bagi siswa TK, SD, SMP dan SMA. Di jenjang inilah fondasi pembelajaran diletakkan.
Siswa yang mengalami kesulitan belajar sebenarnya tidak dilahirkan, tetapi dibentuk oleh lingkungan sosial dan sekolah. Karena itu mereka memerlukan perhatian dan kepedulian ekstra.
Kualitas sekolah bergantung pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada fasilitasnya. Kualitas guru adalah faktor yang jauh lebih menentukan.
Untuk meningkatkan taraf hidup dan perkembangan Indonesia, sangat penting agar TK, SD, dan SMP mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah dan masyarakat.
Dalam proyek ini, kita akan membahas:
Setiap topik akan dibahas dalam sejumlah pelajaran.
Dalam topik pertama (sekolah dan guru) akan dibahas pelajaran berikut:
Mohon jangan melihat materi ini sebagai buku penuh perintah. Tujuannya adalah memberi anda saran berdasarkan pengalaman yang dapat membantu anda menjadi guru unggul demi kepentingan siswa anda.
Di akhir pelajaran, kami meminta anda mencatat apa yang telah anda pelajari dan membuat ringkasan singkat tentang inti pembelajaran tersebut.
Kami berusaha menayangkan pelajaran dua kali seminggu dan mencantumkan tanggal penerbitannya agar anda dapat melihat urutannya.
Anda dapat mengikuti pelajaran ini sendiri. Namun jika dilakukan bersama teman atau kelompok kecil—misalnya dengan guru lain di sekolah anda—akan menjadi lebih menarik dan efektif. Kami mendorong anda untuk berdiskusi dan bertukar pengetahuan.
Mind map bisa menjadi cara yang baik untuk mencatat, tetapi hal itu tergantung pada pilihan anda.
Anda hanya memerlukan buku catatan ukuran A4 untuk mencatat atau kadang membuat gambar sederhana.
Tunas Wiyata Institute
Johan Molenaar
Dalam pidato Agustus 1963 berjudul “I Have a Dream”, Martin Luther King Jr. menyerukan kesetaraan ras dan penghapusan diskriminasi di Amerika Serikat. Mungkin ia juga bermimpi suatu hari Amerika memiliki presiden berkulit hitam. Joko Widodo pun mungkin memiliki mimpinya sendiri ketika menjadi presiden.
Seperti Martin Luther King Jr., banyak pemimpin memiliki mimpi. Dan bukan hanya mereka, banyak orang biasa pun memiliki mimpi yang ingin diwujudkan di masa depan. Mimpi itu bisa besar atau kecil, tetapi hampir setiap orang memilikinya.
Sebuah mimpi:
Banyak organisasi juga memiliki mimpi. Mimpi itulah alasan utama sebuah organisasi didirikan. Mereka memiliki tujuan dan nilai tertentu yang diperjuangkan. Hal itu menyatukan mereka dan memudahkan dalam mengatasi kesulitan. Itulah yang kita sebut sebagai visi organisasi.
Visi adalah pernyataan umum yang dipahami oleh semua anggota organisasi, yang mengungkapkan mimpi organisasi secara ringkas:
Nilai adalah apa yang dianggap organisasi sebagai sesuatu yang nyata, berharga, dan penting.
Nilai menjadi pedoman sekaligus batasan dalam mewujudkan visi.
Sekolah lebih dari sekadar kumpulan tahun ajaran, guru, kepala sekolah, dan guru olahraga. Sekolah harus menjadi organisasi yang hidup dengan tim yang bekerja sama dengan baik untuk mendidik dan mendukung generasi muda menuju masa depan mereka.
Sekolah juga memerlukan visi:
Tanyakan pada diri Anda (lebih baik bersama tim):
Ciptakan visi yang:
Visi yang baik harus hidup di hati, bukan hanya tertempel di dinding.
Pertama, ciptakan visi. Biarlah itu visi yang besar.
“Kami ingin menjadi sekolah yang baik” bukanlah visi yang kuat.
“Masa depan yang lebih baik bagi siswa kami” lebih baik.
“Atau Masa depan siswa kami adalah masa depan negara kami.”
“Atau Mari kita ciptakan masa depan yang lebih hijau bagi siswa kami.”
Visi menjaga fokus pada masa depan.
Namun, apa artinya dalam praktek?
Setelah visi disepakati (melalui brainstorming bersama guru, yayasan, komite orang tua, dll.), langkah berikutnya adalah merumuskan misi. Visi adalah mimpi, tetapi misi membumi.
Misi menjelaskan:
Contoh visi: “Mari kita ciptakan masa depan yang lebih hijau.”
Misi menjelaskan bagaimana mewujudkannya, misalnya:
Sekolah ingin mendidik siswa:
Nilai adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan menjadi pedoman tindakan.
Contoh nilai:
Agar realistis, misi diterjemahkan menjadi tujuan strategis.
Misalnya, jika ingin siswa memahami pentingnya alam, maka:
Sukses,
Johan Molenaar